Kami tidak tampil pada gig tgl 25 April 2010 di Hard Rock Cafe. Untuk update gigs dan informasi alamat, jam tampil dll, silakan check terus http://thesigit.com/gigs
Cheers
Kami tidak tampil pada gig tgl 25 April 2010 di Hard Rock Cafe. Untuk update gigs dan informasi alamat, jam tampil dll, silakan check terus http://thesigit.com/gigs
Cheers
Setelah membuka akun di Formspirng, kami mendapat begitu banyak pertanyaan seputar peralatan yang kami gunakan. Dari pada berulang-ulang menjawab pertanyaan yang sama (tentunya dengan jawaban yang sama), agaknya lebih baik kami ilustrasikan secara singkat dan sederhana settingan alat-alat yang biasa kami gunakan.
Sebenarnya settingan peralatan kami terbilang sederhana dan tidak rumit. Berikut ilustrasi serta penjelasan singkat cara kami menggunakannya (klik gambar untuk melihat dalam ukuran yang besar) :
Rekti’s Rig
Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, penyusunan dan penggunaan alat kami terbilang sederhana, terutama Rekti. Semua stombox dirangkai secara seri. Sinyal dari gitar Gibson SG ‘61 Reissue (‘Gitar idaman dari SD yang akhirnya bisa saya dapatkan setelah menabung belasan tahun’, ujar Rekti) dihubungkan terlebih dengan Big Muff. Fuzz pedal yang tersohor ini lebih cocok digunakan untuk riff-riff gitar single note. Drive gitar yang dihasilkan murni dari Head Orange Rockerverb, yang dikendalikan oleh footswitch untuk urusan perpindahan channel clean/drive/reverb. Tube Screamer biasanya digunakan untuk mengubah karakter sound menjadi lebih mid. Adapun pengurutan efek didasarkan pada empirik, dan urutan ini dirasa paling optimal dan tidak banyak menimbulkan pemotongan sinyal pada frekuensi tertentu.
………………………………………………………………………………………
Adit’s Rig
Seperti Rekti, setting Adit pun sederhana. Bahkan bisa dibilang sangat sederhana (lihat gambar). Ada pun stomp box BB-1 copy adalah sebuah copy/custom yang meniru stomp box bass fuzz legendaris yakni Mastre Bass Brassmaster. Pedal ini bisa menghasilkan suara bass yang overdrive tanpa menghilangkan frekuensi low terlalu banyak. Dengan alasan mobilitas, ampli Ampeg jarang dibawa untuk manggung, kecuali di event-event khusus dan bila memungkinkan (lihat saja ukurannya, beratnya bisa mencapai 200kg!!!)
………………………………………………………………………………………
Farri’s Rig
Berbeda dari Rekti dan Adit, settingan pedal-board Farri agak sulit untuk dipaparkan di sini. Farri menggunakan banyak efek custom yang dibuat sesuai rancangan dan kebutuhan dirinya. Penggunaannya pun hanya Allah dan Farri yang tahu. Namun secara garis besar Farri juga mengambil overdrive murni dari ampli Orange Thunderverb nya. Tidak lupa juga Gitar Radix Royal yang merupakan hasil rancangan doski juga.
………………………………………………………………………………………
Check terus thesigit.com untuk update mengenai setting drum Acil dan mungkin pengenalan efek custom milik Farri beserta settingan pedalboardnya!
Cheers!
Mulai tanggal 20 Maret 2010, Acil sudah dinyatakan bisa bermain drum kembali oleh dokter tulang. Lekas saja dia bergabung untuk pentas di Surabaya (tgl 20) dan Jogja (tgl 21). Walaupun kami masih khawatir akan kondisi tangannya, tetrnyata Acil sudah mampu terus bermain selama 1jam, 2 hari berturut-turut. Welcome back!
Foto oleh : Ahmad Imanuddin
Perjalanan pulang menuju Bandung kemi tempuh dengan menggunakan pesawat baling-baling ATR 72-500. Pesawat kecil dengan mesin pendorong baling-baling, bukan jet. So Thrilling! Menyeramkan maksudnya. Sedikit-sedikit goyang. Ditambah lagi kondisi cuaca Bandung yang berawan tebal dan beraning kencang membuat pesawat semakin bergoncang! Tetapi hebatnya pesawat kecil ini bisa bermanuver lincah menghindari awan tebal yang berbahaya. Setelah proses landing kami merasa mual dan ingin muntah. Tapi masih sempat berfoto untuk mengabadikan momen.

Saksikan The S.I.G.I.T, Senin 22 maret, jam 15.30 edisi super indie vol.1 @MTVSTUDIO, Global TV

Foto oleh Panji Gutomo dkk.
RBT
Kami yakin meluncurkan RBT (ring back tone) akan menimbulkan banyak reaksi. Pasti akan ada yang mengecap “komersil”, tapi kalau RBT nya ga laku apa masih dibilang komersil? Sebenarnya kata “komersil” sendiri tidak sesuai EYD. Seharusnya “komersial”. Mari kita luruskan persepsi dan konotasi dari sebuah kata. Definisi murni dari kata komersial adalah pertukaran sebuah benda atau jasa dari produsen ke konsumen yang melibatkan sebuah nilai. Tanpa adanya sebuah “nilai” yang terkandung, benda atau jasa yang ditawarkan tersebut tidak dapat dikatakan komersial. Justru dewasa ini yang diartikan komersial adalah mereka yang menjual barang atau jasa yang tidak memiliki nilai. Mungkin di situ lah letak pelencengan makna kata ini terjadi (selain pelencengan morfologi dari komersial menjadi komersil).
Menurut kami, RBT hanyalah sebuah bentuk baru dalam mengapresiasikan sebuah karya, dengan media terbaru dan modern. Namun RBT pun masih memilik nilai yang sejalan dengan media lain. Prinsipnya tetap sama seperti CD ataupun kaset, kalau kamu suka = beli (kalau ada duit), kalau ga suka = tidak beli. Hanya tinggal memilih media mana yang paling cocok buat diri kamu. Dengan kata lain kamu/ konsumen lah yang memilih barang atau jasa yang memiliki nilai yang sesuai dengan dirinya.
Lagi pula, bukannya malah asyik ya masang RBT band favorit kamu?? Kami malah berharap banget ada RBT Led Zeppelin atau Mastodon, tapi sampai hari ini tidak kunjung ada (di Indonesia). Jadi kalau kamu meng-favorit-kan The SIGIT dan ini adalah berita baik bagi kamu, silakan cekidot list di bawah ini.