Black Summer Denim – The S.I.G.I.T. x Pot Meets Pop

When it comes to trouser, we’re uber selective. It has to be comfortable and has to be sharp looking. Not that branded denim could give us that every time, since each of us have specific leg shape and distinctive sense of favorite shape and the way it fits.

PMP (Pot Meets Pop) Denim has been around for years. Among other local brands, we found them to be the perfect match to what we’re after. That’s why we decided to collaborate with them. We’ve designed our signature cutting and shape for each member. The results are 4 unique trouser you won’t find anywhere else, with one similarity that is “Black”.

“Black” is our all time favorite color. And “Black Summer” is our brand new song we’re working on. So we thought it’s just the right moment to present you the “Black Summer” denim along with the song “Black Summer” in the time of summer that we feels somewhat “Black”-ish (these days).

Don’t forget to attend the exhibition on 2th of July. It’s a soft launching for the denim. First 100 buyers will get the exclusive right to receive the “Black Summer” CD single by the time it’s finish. You’ll also be updated about the progression of the song making through thesigit.com

(Tgl 2 Juli akan ada pameran yang juga merupakan soft launching “Black Summer” Denim. 100 buyer pertama akan mendapatkan kiriman CD single exclusive “Black Summer” setelah lagunya selesai di rekam dan di produksi khusus. Perkembangan pembuatan dan rekaman lagu ini akan terus di update di thesigit.com)

Hope you’re all exited as much as we are.

http://3.bp.blogspot.com/_HG1Ypu3GTH8/TCi4ImuWdfI/AAAAAAAABIU/eo1WfN0PkGI/s1600/flyerOL.jpg

*Click gambar untuk melihat jadwal pameran

http://potmeetspopdenim.blogspot.com/

Posted in News | 1 Comment

Solusi Sederhana Untuk Banjir Bandung

Saya yakin kalian juga kesal dan prihatin dengan kondisi jalan raya Bandung dewasa ini yang berlubang dan banjir saat hujan melanda. Dari pada capek mengutuk wali kota Bandung yang sibuk mengurus urusan lain, lebih baik kita bertindak secara swadaya dalam upaya mengatasi masalah kita bersama ini.

Merujuk pada pernyataan teman baik saya di kampus dulu, bernama Sano, masalah yang terasa dan terlihat kompleks ini sebenarnya sangat sederhana penyebabnya. Jalanan di bandung berlubang dan retak bergelombang karena tergerus dan terdorong luapan air hujan yang meluap setiap kali hujan. Air hujan meluap karena tidak ada tempat di permukaan tanah yang bisa menyerap air (karena sudah kebanyakan bangunan dan pengaspalan yang menutup permukaan tanah).

Jadi apa yang bisa kita perbuat? Solusinya juga sangat sedrehana. Kamu hanya perlu membuat sumur resapan di mana pun yang memungkinkan, seperti halaman rumah kamu sendiri.  Cara pembuatannya juga sederhana. Tinggal gali saja.  Coba kamu tilik gambar di bawah ini :

Penjelasan tambahan tentang Lubang BIOPORI. Lebih lengkap silahkan mampir ke www.biopori.com

“Ini adalah salah satu solusi sederhana untuk menambah daerah tangkapan air hujan agar tidak meluap dan tidak menyebakan banjir. Bermanfaat pula untuk mengelola sampah organik kita. Forum Hijau Bandung (FHB) ingin mendata siapa individu/komunitas/institusi/organisasi yang memiliki bor biopori (jumlah bor) dan boleh dipinjam untuk kerja bakti bersama maupun bersedia masuk dalam database FHB sebgai pemilik biopori yang boleh dipinjam oleh warga yang ingin membuat lubang biopori”, kata Sano sebagai koordinator FHB.

Bayangkan berapa besar volume air yang bisa teresap ke dalam tanah kalau masing-masing penduduk Bandung membuat satu lubang resapan dan biopori, sekitar 2,5 juta liter air!! (Dengan asumsi ukuran lubang diameter 10 cm dan kedalaman 1 meter, volume 1 meter kubik  setara dengan 1 liter dan penduduk bandung 8 juta orang).

Mudah-mudahan masalah banjir dapat diatasi oleh kesadaran kita masing-masing. Setelah menyadarkan masyarakat, tinggal menunggu kesadaran wali kota untuk memperbaiki dan merawat jalan raya.

DIG, DIG, DIG!

note:
Gambar diambil dari
http://alamendah.files.wordpress.com/2009/10/lubang-biopori.jpg
dan
http://www.biopori.com/images/bor_lrb.jpg

Posted in Blog Rekti | Leave a comment

RBT

Kami yakin meluncurkan RBT (ring back tone) akan menimbulkan banyak reaksi. Pasti akan ada yang mengecap “komersil”, tapi kalau RBT nya ga laku apa masih dibilang komersil?   Sebenarnya kata “komersil” sendiri tidak sesuai EYD. Seharusnya “komersial”. Mari kita luruskan persepsi dan konotasi dari sebuah kata. Definisi murni dari kata komersial adalah pertukaran sebuah benda atau jasa dari produsen ke konsumen yang melibatkan sebuah nilai. Tanpa adanya sebuah “nilai” yang terkandung, benda atau jasa yang ditawarkan tersebut tidak dapat dikatakan komersial. Justru dewasa ini yang diartikan komersial adalah mereka yang menjual barang atau jasa yang tidak memiliki nilai. Mungkin di situ lah letak pelencengan makna kata ini terjadi (selain pelencengan morfologi dari komersial menjadi komersil).

Menurut kami, RBT hanyalah sebuah bentuk baru dalam mengapresiasikan sebuah karya, dengan media terbaru dan modern. Namun RBT pun masih memilik nilai yang sejalan dengan media lain. Prinsipnya tetap sama seperti CD ataupun kaset, kalau kamu suka = beli (kalau ada duit), kalau ga suka = tidak beli.  Hanya tinggal memilih media mana yang paling cocok buat diri kamu. Dengan kata lain kamu/ konsumen lah yang memilih barang atau jasa yang memiliki nilai yang sesuai dengan dirinya.

Lagi pula, bukannya malah asyik ya masang RBT band favorit kamu?? Kami malah berharap banget ada RBT Led Zeppelin atau Mastodon, tapi sampai hari ini tidak kunjung ada (di Indonesia). Jadi kalau kamu meng-favorit-kan The SIGIT dan ini adalah berita baik bagi kamu, silakan cekidot list di bawah ini.

http://i43.tinypic.com/301d3yp.jpg

Posted in News | 1 Comment

Gig Tgl 25 April Batal

Kami tidak  tampil pada gig tgl 25 April 2010 di Hard Rock Cafe. Untuk update gigs dan informasi alamat, jam tampil dll, silakan check terus http://thesigit.com/gigs

Cheers

Posted in News | Leave a comment

Our Rigs

Setelah membuka akun di Formspirng, kami mendapat begitu banyak pertanyaan seputar peralatan yang kami gunakan.  Dari pada berulang-ulang menjawab pertanyaan yang sama (tentunya dengan jawaban yang sama), agaknya lebih baik kami ilustrasikan secara singkat dan sederhana settingan alat-alat yang biasa kami gunakan.

Sebenarnya settingan peralatan kami terbilang sederhana dan tidak rumit.  Berikut ilustrasi  serta penjelasan singkat cara kami menggunakannya (klik gambar untuk melihat dalam ukuran yang besar) :

Rekti’s Rig

http://i40.tinypic.com/awaxoh.jpgSeperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, penyusunan dan penggunaan alat kami terbilang sederhana, terutama Rekti. Semua stombox dirangkai secara seri. Sinyal dari gitar Gibson SG ‘61 Reissue (‘Gitar idaman dari SD yang akhirnya bisa saya dapatkan setelah menabung belasan tahun’, ujar Rekti) dihubungkan terlebih dengan Big Muff. Fuzz pedal yang tersohor ini lebih cocok digunakan untuk riff-riff gitar single note. Drive gitar yang dihasilkan murni dari Head Orange Rockerverb, yang dikendalikan oleh footswitch untuk urusan perpindahan channel clean/drive/reverb. Tube Screamer biasanya digunakan untuk mengubah karakter sound menjadi lebih mid.  Adapun pengurutan efek didasarkan pada empirik, dan urutan ini dirasa paling optimal dan tidak banyak menimbulkan pemotongan sinyal pada frekuensi tertentu.

………………………………………………………………………………………

Adit’s Rig

http://i41.tinypic.com/nb8bxk.jpg

Seperti Rekti, setting Adit pun sederhana. Bahkan bisa dibilang sangat sederhana (lihat gambar). Ada pun stomp box BB-1 copy adalah sebuah copy/custom yang meniru stomp box bass fuzz legendaris yakni Mastre Bass Brassmaster. Pedal ini bisa menghasilkan suara bass yang overdrive tanpa menghilangkan frekuensi low terlalu banyak. Dengan alasan mobilitas, ampli Ampeg jarang dibawa untuk manggung, kecuali di event-event khusus dan bila memungkinkan (lihat saja ukurannya, beratnya bisa mencapai 200kg!!!)

………………………………………………………………………………………

Farri’s Rig

http://i41.tinypic.com/15rxdnr.jpgBerbeda dari Rekti dan Adit, settingan pedal-board Farri agak sulit untuk dipaparkan di sini. Farri menggunakan banyak efek custom yang dibuat sesuai rancangan dan kebutuhan dirinya. Penggunaannya pun hanya Allah dan Farri yang tahu. Namun secara garis besar Farri juga mengambil overdrive murni dari ampli Orange Thunderverb nya. Tidak lupa juga Gitar Radix Royal yang merupakan hasil rancangan doski juga.

………………………………………………………………………………………

Check terus thesigit.com untuk update mengenai setting drum Acil dan mungkin pengenalan efek custom milik Farri beserta settingan pedalboardnya!

Cheers!

Posted in Blog Adit, Blog Farri, Blog Rekti | Leave a comment
  • Upcoming Gigs

    • 08/01/10 The S.I.G.I.T. in Kuala Lumpur at Venue TBC Cancelled
  • Listen To

    The S.I.G.I.T.
    (click to play songs)
    Money Making
    Bhang
    Midnight Mosque Song
    Only Love


  • Ask The S.I.G.I.T.